Keperawatan Gawat Darurat Pada Asthma

Posted: Desember 4, 2010 in Asuhan Keperawatan

Keperawatan Gawat Darurat Pada Asthma

Asthma merupakan inflamasi kronis pada saluran pernapasan.

Asthma mengancam kehidupan jika:

  1. Peak Expiratory Flow (PEF) <33% prediksi yang paling baik
  2. SpO2 <92%
  3. PaO2 <8 kPa
  4. normal PaCO2
  5. silent chest
  6. sianosis
  7. feeble respiratory effort
  8. bradycardia
  9. dysrhythmia
  10. hypotension
  11. kelelahan
  12. bingung
  13. coma

 

Asthma akut berat

  1. EF 33–50%
  2. respiratory rate ≥25 per menit
  3. heart rate ≥110 denyut per menit
  4. tidak mampu menyelesaikan satu kalimat dalam satu helaan napas

Exasebasi Asthma Moderat

  1. gejala meningkat
  2. PEF >50–75%
  3. Tidak ada tanda asthma akut berat

 

Pengkajian

Airway

  1. kaji dan pertahankan jalan napas
  2. lakukan head tilt, chin lift jika perlu
  3. gunakan bantuan untuk memperbaiki jalan napas jika perlu
  4. pertimbangkan untuk di rujuk ke anesthetist untuk dilakukan intubasi jika tidak mampu untuk menjaga jalan napas atau pasien dalam kondisi terancam kehidupannya atau pada asthma akut berat
  5. jika pasien menunjukan gejala yang mengancam kehidupan, yakinkan mendapat pertolongan medis secepatnya.

Breathing

  1. kaji saturasi oksigen dengan menggunakan pulse oximeter, dengan tujuan mempertahankan saturasi oksigen >92%
  2. berikan aliran oksigen tinggi melalui non re-breath mask
  3. pertimbangkan untuk menggunakan bag-valve-mask-ventilation
  4. ambil darah untuk pemeriksaan arterial blood gases untuk menkaji PaO2 dan PaCO2
  5. kaji respiratory rate
  6. jika pasien mampu, rekam Peak Expiratory Flow dan dokumentasikan
  7. periksa system pernapasan – cari tanda:
    1. cyanosis
    2. deviasi trachea
    3. kesimetrisan pergerakan dada
    4. retraksi dinding dada
  8. dengarkan adanya:
    1. wheezing
    2. pengurangan aliran udara masuk
    3. silent chest
  9. berikan nebuliser bronchodilator melalui oksigen – salbutamol 5 mg dan ipratropium 500mcg
  10. berikan prednisolon 40 mg per oral atau hydrocortisone 100 mg IV setiap 6 jam
  11. lakukan thorak photo untuk mengetahui adanya pneumothorak

Circulation/Sirkulasi

a. kaji denyut jantung dan rhytme

b. catat tekanan darah

c. Lakukan EKG

d. Berikan akses IV dan pertimbangkan pemberian magnesium sulphat 2 gram dalam 20 menit

e. Kaji intake output

f. Jika potassium rendah makan berikan potassium

Disability

  1. kaji tingkat kesadaran dengan menggunakan AVPU
  2. penurunan tingkat kesadran merupakan tanda ekstrim pertama dan pasien membutuhkan pertolongan di ruang Intesnsive

Exposure

pada saat pasien stabil dapat di tanyakan riwayat dan pemeriksaan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s