Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Pada Chronic Obstructive Pulmonal Disease (COPD)

Posted: Desember 4, 2010 in Asuhan Keperawatan

Asuhan Keperawatan Gawat Darurat Pada Chronic Obstructive Pulmonal Disease (COPD)

COPD merupakan penyakit yang ditandai dengan obstuksi aliran napas yang tidak penuh bisa sembuh kembali. Keterbatasan aliran udara biasanya meningkat dan berhubungan dengan respon inflamasi abnormal paru sebagai respon terhadap partikel dan gas yang berbahaya. Berat ringan COPD dapat digolongkan menjadi 4 yaitu:

Tahap 0 – Resiko

  1. batuk kronis dan sputum produktif
  2. fungsi paru normal

Tahap 1 – COPD Ringan

  1. Forced Expiratory Volume dalam 1 detik (FEV1) ≥80%
  2. Keterbatasan aliran udara ringan
  3. Batuk kronis dan sputum produktif

Tahap 2 – COPD Moderat

  1. FEV1 <80%
  2. Ketebatasan aliran udara tambah buruk
  3. Gejala bertambah
  4. Napas pendek

Tahap 3 – COPD Berat

  1. FEV1 <30%
  2. Keterbatasan aliran udara berat
  3. Gagal napas
  4. Tanda klinis gagal jantung kanan
  5. Qualitas hidup menurun
  6. Jika berulang mengancam kehidupan

Tanda dan Gejala

Pasien dengan exaserbasi COPD ditemukan gejala sebagai berikut:

  1. napas pendek meningkat
  2. wheezing
  3. peningkatan produksi sputum dan batuk
  4. pyreksia
  5. malaise dan kelemahan
  6. bingung
  7. penurunan toleransi aktivitas

Tanda Ancaman Terhadap Kehidupan

  1. tidak ada perbaikan kondisi/tidak ada respon terhadap pengobatan
  2. bingung
  3. letargi
  4. coma
  5. hyposemia memburuk

Pengkajian

Airway

  1. kaji dan pertahankan jalan napas
  2. lakukan head tilt, chin lift jika perlu
  3. gunakan bantuan jalan napas jika perlu
  4. pertimbangkan untuk segera merujuk ke ahli anaestesi

Breathing

  1. kaji saturasi oksigen dengan menggunakan pulse oximeter
  2. lakukan pemeriksaan arterial gas darah untuk mengkaji pH, PaCO2 and PaO2
  3. jika pH arteri <7.2, pasien lebih menguntungkan menggunakan non-invasive ventilation (NIV) dan rujukan harus dibuat sesuai dengan kebijakan setempat
  4. kontrol terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >92%
  5. monitoring secara ketat PaCO2
  6. berikan nebuliser salbutamol 5 mg dan ipratropium 500 mcg melalui oksigen
  7. berikan prednisolone 30 mg per oral atau hydrocortisone 100 mg IV setiap 6 jam.
  8. Catat temperature
  9. Lakukan pemeriksaan untuk mencari tanda:
    1. Sianosis
    2. Clubbing
    3. pursed lip breathing
    4. kesimetrisan pergerakan
    5. retraksi interkosta
    6. deviasi trachea
  10. Dengarkan adanya:
    1. Wheezing
    2. Crackles
    3. Penurunan aliran udara
    4. Silent chest
  11. Lakukan pemeriksaan torak untuk melihat
    1. Pneumothorak
    2. Konsolidasi
    3. Tanda gagal jantung
  12. Jika ada bukti infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri pathogen diantaranya:
    1. streptococcus pneumoniae
    2. haemophilus influenzae
    3. moraxella catarrhalis

Circulation

  1. kaji heart rate dan ritme
  2. catat tekanan darah
  3. periksa EKG
  4. lakukan intake output, dan pemeriksaan darah lengkap
  5. lakukan pemasangan IV akses
  6. jika potassium rendah maka berika cairan potassium
  7. lakukan pembatasan cairan
  8. pertimbangkan pemberian heparin subkutan

Disability

  1. kaji tingkat kesadaran dengan menggunakan AVPU
  2. penurunan kesadaran menunjukan pasien membutuhkan pertolongan medis dengan segera dan dikirim ke ICU

Exposure

jika pasien stabil lakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s